Akui Khianati Pelanggan, Daihatsu Berhentikan Produksi Hingga Waktu yang Tidak Bisa Ditentukan
(Tokyo, 30/12/23) Daihatsu, sebuah perusahaan mobil asal Jepang yang ditemukan pada 1907 dan diakuisisi oleh Toyota pada 1967 sedang diterpa skandal setelah kenyataan dibalik uji keamanan komponennya terungkap.
Isu mengenai uji keamanan yang dipalsukan pertama kali terungkap pada bulan April ketika Daihatsu mengakui bahwa mereka telah memanipulasi data untuk empat model yang diproduksi di Thailand dan Malaysia sejak 2022 lalu.
Ternyata, pemalsuan hasil uji keamanan itu sudah dilakukan selama lebih dari 30 tahun oleh Daihatsu.
CEO Daihatsu, Soichiro Okudaira mengakui kesalahannya dengan menyatakan bahwa mereka telah mengkhianati kepercayaan pelanggan.
Daihatsu kemudian mengumumkan pemberhentian pengiriman produk pada (20/12/23) lalu hingga investigasi dan uji keamanan lanjutan dilakukan.
Selain itu, produksi barang juga akan dihentikan sampai setidaknya akhir Januari mendatang sehingga hal itu berdampak pada 9000 karyawan dan lebih dari 8000 penyuplai.
Dikabarkan Daihatsu telah memproduksi kendaraan sebanyak 870 ribu unit dengan supply chain seharga 2.2 triliun yen atau setara 15 miliar dolar AS sepanjang tahun ini.
Read More
Berdasarkan investigasi awal, pemalsuan hasil uji keamanan dilakukan akibat singkatnya periode pengembangan kendaraan bagi Daihatsu.
Kepala investigasi, Makoto Kaiami menyatakan bahwa besarnya tekanan yang dialami oleh para karyawan akibat perubahan jadwal dan target penjualan diduga menjadi penyebab dari dilakukannya pemalsuan hasil uji keamanan.
Selain itu, penyebab lainnya yang memicu menurut Makoto Kaiami adalah kegagalan uji keamanan yang dianggap tidak bisa diterima oleh manajemen.
Sebanyak 64 model kendaraan, termasuk beberapa model untuk Toyota, Mazda, dan Subaru berhenti dikirimkan oleh Daihatsu sebagai penyebab dari kelalaian manajemen dalam memproduksi barangnya.
Tak hanya itu, pada 2014, Toyota, parent company dari Daihatsu juga pernah membayar denda sejumlah 1.2 miliar dolar AS kepada Departemen Keadilan Amerika Serikat akibat banyaknya komplain dari para pelanggan.
Ternyata, industri otomotif asal Jepang yang dikenal dengan keamanan dan kenyamanannya justru banyak diterpa badai selama beberapa tahun terakhir. Bagaimana, nih, menurut Nakamian?
Referensi:
- https://www.theguardian.com/world/2023/dec/27/daihatsu-suspends-production-in-japan-after-safety-test-scandal
- https://www.asiafinancial.com/toyota-shuts-daihatsu-factories-after-safety-tests-scandal-cnn
———————————————
Connect with Nakama.id:
Website: https://nakama.id
Instagram: @nakama.program
Linkedin: Nakama ID








